Meminta Maaf Punya Dampak Negatif …? Ciusss??!!!

Photo by Ann H on Pexels.com

Yup, kalian semua tidak salah baca judul, setuju tidak setuju, minta maaf punya dampak negatif terutama ketika kita meminta maaf untuk kesalahan yang tidak kita katahui, dan baik secara logika, memang terbukti bahwasanya kamu bukanlah pihak yang sepatutnya dapat dipersalah kan atas kesalahan tersebut.

Sebagai manusia, yang dimana memang sudah secara kodrat kita di disain untuk tidak sempurna, baik secara lahiriah dan batiniah. Tentu berbuat salah, melakukan kesalahan, atau berbuat keliru, adalah salah satu bagian dari ketidaksempurnaan yang kita miliki. Namun, berhubung kesalahan yang kita buat kadang baik disengaja atau tidak, merugikan orang lain. Mengakui kesalahan kita disaat kita benar banar salah atas tindakan kita yang merugikan pihak atau orang lain adalah tindakan yang perlu untuk dilakukan. Dan biasanya permintaan maaf menjadi alat negosiasi untuk menyelesaikan masalah antara pihak yang merugikan dan dirugikan atas kesalahan tersebut.

Namun terkadang, karena ketidak sempurnaan kita juga, seringnya dalam suatu konflik atau perselisihan, dan kejadian kejadian dibanyak kasus, terkadang karena campur tangan ego dan emosi kita sebagai manusia. Menentukan siapa yang salah dan siapa yang benar dalam suatu konflik menjadi bias untuk dilakukan. Sehingga, dibanyak kasus yang terjadi bahkan mungkin kita semua pernah alami, kadang (bahkan malah sering) seseorang meminta maaf untuk kesalahan yang tidak ia ketahui letak kesalahannya. Baik karena faktor paksaan, ingin menghindari konflik dan lain sebagainya.

Bagi anda-anda yang mungkin tidak setuju dengan apa yang akan gua bagikan karena meyakini bahwasanya minta maaf punya manfaat untuk bisa menjaga keharmonisan, menjaga perasaan orang lain, menghindari pertikaian menghindari konflik dan lain sebagainya. Sebenarnya keyakinan kalian bahwa minta maaf mempunyai dampak seperti yang tadi disebutkan tidaklah salah. Namun, dibalik itu semua, meminta maaf terutama saat kita tidak merasa ada di posisi yang salah, punya konsekuensi negatif yang cukup berdampak baik bagi si yang meminta maaf maupun bagi si penerima maaf.

Bagaimana bisa dan seperti apa dampaknya? Baiklah, gua akan menerangkan dampak negatif dari meminta maaf diantaranya;

1. Hanya memuaskan ego si penerima maaf.

Telah terprogram dalam diri manusia secara umum, dengan sadar atau tidak. Manusia suka bila dirinya menjadi yang benar, dan tidak suka bila dirinya menjadi yang salah. Salah satu alat yang tertanam dalam teknologi otak manusia dalam menentukan siapa yang benar dan yang salah adalah, apabila dalam beradu berargumen, salah satu pihak yang berhasil mematahkan argumen lawannya dengan argumen yang lebih logis dan masuk akal adalah yang benar. Nah, dalam proses penentuan mencari yang benar dan yang salah tersebut. Permintaan maaf adalah suatu proses untuk “menyerah” Atau dengan kata lain, meminta maaf punya arti yang sama dengan mengatakan, “oke, yang salah adalah aku, yang benar adalah kamu” dengan begini, si penerima maaf yang jadi pemenang, dan otomatis akan meninggikan posisinya di hadapan lawan dan otomatis kebenaran mutlak menjadi miliknya.

Dan ketika misalnya kita ada di posisi si penerima maaf. Dengan meminta maaf nya pihak lawan (dalam kata lain menyerah), dan posisi sebagai yang benar mutlak kita miliki. Dengan begitu, rasa senang dan tinggi hati akan muncul di diri kita sehingga hormon-hormon (dophamin, serotomin dsb.) yang secara proses kimia akan aktif secara alami dalam otak kita, karena dengan menjadi benar itu menunjukan bahwa strata sosial kita lebih tinggi dari sang lawan. Dan perasaan tersebut bisa menjadi candu.

Padahal menyerahnya seseorang (meminta maaf) dalam beradu argumen. Belum tentu menunjukan bahwasanya memang benar dialah yang ada di posisi yang salah. Banyak faktor penyebab seseorang lebih memilih mengalah dan beradu argumen, seperti; karena faktor pemaksaan, kalah power, lawan argumen ada dalam posisi yang lebih tinggi dan sebagainya. Sehingga si peminta maaf jadi tidak berani mengatakan kebenaran pada lawannya.

2. Membiaskan patokan atau tolak ukur tentang mana yang benar dan mana yang salah.

Dari yang gua jelaskan sebelumnya, faktor kenapa seseorang meminta maaf (atau kata lainnya menyerah) walaupun pada dasarnya bukanlah dia yang patut dipersalahkan atas kesalahan tersebut. Biasanya di dasari oleh banyak faktor. Diantaranya mungkin karena tekanan/ atau paksaan oleh pihak yang lebih superior atau karene alasan lain seperti ingin menghindari konflik, dan lain sebagainya.

Namun, apabila anda ada di posisi tersebut. Perlu anda sadari bahwasanya apabila anda memilih untuk meminta maaf (menyerah) padahal anda bukanlah pihak yang patut untuk disalahkan baik karena faktor apapun, punya dampak negatif yang cukup besar untuk anda sendiri. Kenapa demikian? Karena dengan begitu, sama saja artinya dengan anda baik secara sadar atau tidak, telah membenarkan sesuatu yang anda anggap seharusnya salah. Yang mana semakin lama anda sering melakukan kebiasaan tersebut, perlahan akan mengakibatkan anda mulai kehilangan “sense of right and wrong” yang tertanam di otak anda sehingga anda akan sulit bahkan mungkin tidak bisa lagi membedakan mana yang benar dan mana yang salah.

Jadi apabila anda termasuk golongan orang orang yang menganut perinsip “yang waras ngalah”, sebaiknya buang segera jauh jauh prinsip tersebut. Karena dengan mempraktekannya, itu sama saja artinya dengan anda secara sadar membiarkan orang yang salah terus melakukan kesalahan dan ketidakwarasan mereka kepada orang lain. Karena dengan anda mengalah padanya tidak akan membuat ketidakwarasannya akan berubah dengan sendirinya.

3. Membuat kita jadi terbiasa untuk menghindari konflik dari pada menyelesaikannya.

Kita semua tahu, pada dasarnya menghindari konflik dengan seseorang itu terkesan tampak lebih mudah, lebih enak, lebih nyaman, lebih gampang dan lebih gak ribet, dari pada harus berkonflik dan beradu argumen yang mana, mungkin bisa saja konflik dan adu argumen tersebut perpotensi menyakiti perasaan satu sama lain.

Namun, perlu kita sadari bahwa pilihan kita untuk mengalah dan tidak menyampaikan hal yang benar hanya karena ingin menghindari konflik bukanlah solusi yang bijak. Karena dari pada masalahnya di hindari. Jauh lebih baik kalau masalahnya dibicarakan dan di ungkapkan meski dalam prosesnya punya resiko berpotensi menyakiti perasaan satu sama lain, karena bagaimana pun resiko tersebut adalah harga yang harus dibayar untuk pendewasaan hubungan antara kedua pihak dan masalahnya bisa terselesaikan.

4. Membuatmu terlihat lemah

yup. Ketidakberanian anda dalam mengungkapkan kebenaran akan memperburuk / memperendah pandangan orang lain terhadapmu, dan hal tersebut sering terjadi di masyarakat kita terutama dalam dalam hal relationship.

Dalam hubungan, kerap kali kita temui kasus dimana salah satu pihak, seringnya pihak cowoknya sih. Menggunakan permintaan maaf (mengalah) ke pasangannya, yang mana sebenarnya si pihak cowok merasa bahwa dia tidak salah. Namun karena secara alamiahnya cowok ini ada rasa takut kehilangan, takut menyakiti pasangannya atau pasangannya akan menyakitinya dan lain sebagainya sehingga dia kalah power. Akhirnya dia tepaksa mengalah hanya karena ingin menghindari konflik dengan si pasangan.

Padahal dari pada menghindari konflik yang hanya memberikan kenyamanan sesaat. Keberanian anda untuk mengungkapkan kebenaran dan menyelesaikan masalah nya dengan si pasangan walau pun beresiko terjadi konflik saling menyakiti dan lain sebagainya. Adalah pilihan yang lebih baik untuk pendewasaan hubungan yang jauh lebih baik satu tinggkat dari sebelumnya.

Semakin kebiasan mengalah demi menghindari konflik ini kamu lakukan terhadap pasanganmu. Akan membuat mu semakin kehilangan power dalam jalinan hubungan. Dan lucunya, semakin sering hal itu terjadi, pasangan mu bukannya semakin respect terhadapamu. Dia malah akan jadi semakin ilfeel terhadapmu dan akan mengangap mu lemah dan tidak cukup punya power atau kekuatan untuk memutuskan arah hubungan kalian dan bisa meninggalkan mu kapanpun ia mau.

Jadi, dari apa yang sudah dibagikan dan dijelaskan diatas, bukan berarti minta maaf tidaklah perlu. Namun kita haruslah lihai untuk menempatkan momen dimana kapan kita harus meminta maaf dan kapan kita bisa berkata tidak untuk melakukannya. Jadi meminta maaflah jika kamu tahu kamu salah. Bukan karena kamu dipaksa untuk merasa bersalah.

Dan sebenarnya. Saat manusia berbuat salah, yang terpenting untuk dilakukan olehnya bukanlah soal meminta maaf pada pihak yang di rugikannya. Melainkan kesadaran kita, untuk berubah dan tidak lagi mengulangi kesalahan yang sama.

Menurut luh, apakah hal ini akan mungkin terjadi?

Hello sideviewers, cukup lama nih gua kagak posting, dan sekarang gua siap posting sesuatu yang dijamin bakal jadi postingan paling gak penting, paling gak bermanfaat dan paling gak layak dibaca sama sobat-sobat sideviewers kurang kerjaan yang sudah rela membuang-buang sedikit waktu berharganya cuma buat mampir di website gua ini. 😂😂😂

Okeh sideviewers, ceritanya gini. Kemaren saat gua iseng buka akun Facebook, tiba-tiba gua liat ada orang yang nge-share sebuah uploadan gambar screenshoot  status Facebook seseorang tentang kasus pembunuhan dengan racun sianida dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso yang sidangnya masih njelimet sampe saat ini. Buat lu yang pengen liat Screenshoot nya, bisa luh liat dibawah ini.

image

Pertanyaan gua adalah, apakah mungkin almarhumah Wayan Mirna lah yang merekayasa semua ini persis kayak status yang diupload sama si Chandra Dwi Ardika di atas? Kalo emang bener, kelewat kreatif amat si Mirna pake bikin surprise anniversary yang bikin heboh se-indonesia segala. Terus, berapa duit yang dikeluarin si Mirna buat bayar tim forensik, polisi, sipir, media, jaksa, pengacara saksi-saksi dan juga para hakim buat ber-akting supaya Jessica percaya kalo dia lagi dijadiin terdakwa atas pembunuhan terhadap temannya itu. Dan menurut luh, apa reaksi luh andai kedepannya hal yang di bilang sama si Chandra Dwi Ardika itu bener-bener terjadi?

Okeh sideviewers gimana menurut luh postingan gua kali ini? GAK PENTING BANGET KAN? 😂😂😂

#salamgakpenting 😂😂😂

Alasan Kenapa Mesin Waktu Adalah Sesuatu Yang Tidak Boleh di Ciptakan

Sebenernya, postingan ini masih ada hubungannya dengan postingan gua kemarin yang tentang Many-Worlds Interpretation dalam dan Teori Penjelajahan waktu. Harusnya sih, postingan ini tuh gua satuin di postingan gua yang kemaren, cuman karena baru kepikiran, akhirnya ya udah gua pisahin aja. Itung-itung biar postingan gua keliatan agak banyakan😂😂😂.

Okeh, kembali ke pembahasan. Dari sekian hal yang gua sampein tentang Many-Worlds Interpretation dan tentang Penjelajahan waktu (Time Travel) yang gua sampein di postingan gua yang kmaren, kenapa gua di postingan kali ini justru berpendapat bahwa Mesin Waktu itu adalah sesuatu yang tidak boleh diciptakan? Okeh, gua akan mulai menjabarkan alasannya dengan sebutan pertanyaan;

Andaikata eluh-eluh punya Mesin Waktu dan bisa melakukan Time Traveling, apa yang akan luh lakuin dengan hal-hal itu?

image

pertanyaan gua simpel kan? Terlepas dari teori mana yang benar tentang konsep perjalanan waktu, Many-Worlds Interpretation kah ataukah? Paradox Time Line?. Yang jelas, Apa yang bakal luh lakuin andaikata luh punya Mesin Waktu? Kemungkinan jawaban atas pertanyaan gua tersebut ada dua. Pertama; luh ingin pergi ke masa depan buat ngeliat seperti apa kehidupan masa depan luh? Dengan siapa luh berjodoh? Seperti apakah kehidupan luh nantinya?  Sukseskah? Gagalkah? Kaya kah? Miskinkah?. Kedua; lu pengen pergi kemasa lalu? Untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan yang jadi sumber penyesalan luh dimasa lalu?

Terus apa yang salah dengan hal itu?

Okeh, gua akan kasih perumpamaan. Semisalkan, luh pergi kemasa lalu untuk menghindari kecelakaan Yang mengakibatkan terbunuhnya seseorang yang luh cintai, dengan harapan eluh dan dia bisa tetep bersama dan bahagia bersamanya sampe saat ini. Namun, gimana kalo usaha luh buat ngehindarin kecelakaan yang merenggut si dia di masa lalu itu gak berjalan sesuai dengan harapan luh? Jawabannya sederhana, dengan Mesin Waktu yang sama pasti lu bakal balik lagi ke masa sebelum kecelakaan iti terjadi dengan harapan kali ini luh pasti berhasil menghindari kecelakaan Yang merenggut dia dari luh itu. Dan gimana kalo ternyata hasilnya tetep sama alias kembali gak berjalan sesuai dengan Harapan Luh? Apa Yang akan luh lakuin setelahnya? Sederhana, selama luh, punya Mesin waktu Yang bisa membuat lu kembali ke masa itu, maka, lu pasti bakal berusaha buat kembali kemasa itu lagi, lagi, dan lagi sampe hasilnya berjalan sesuai dengan harapan luh, tanpa luh sadari bahwa setiap pengulangan-pengulangan yang luh lakuin justru malah membawa luh kepada kenyataan pahit itu lagi, lagi, dan lagi.

Perlu di ingat bahwa pada hakekatnya, tuhan telah mengatur segala kehidupan didunia ini dengan sebaik-baiknya. Yang mana justru dengan adanya penyesalan, kehilangan, tragedi dan rasa duka yang kita rasakan itu akan membuat kita lebih dewasa, lebih kuat, lebih tegar, dan lebih berfikir maju untuk menatap masa depan.

Jadi, buat apa kita memiliki mesin waktu. Biarkan semua berjalan sesuai dengan kehendak-nya. Untuk apa kita mengubah masa lalu? Karena masa lalu ada untuk dijadikan pelajaran. Dan untuk apa pula pergi ke masa depan untuk mengetahui seperti masa dapan kita? Karena masa depan kita tergantung pilihan Yang kita tentukan sendiri.

Jadi, apakah salah kalo gua bilang bahwa Mesin Waktu Adalah Sesuatu yang Tidak Boleh Diciptakan ?

Many-Worlds Interpretation dan Teori Penjelajahan Waktu.

image
gambaran sederhana tentang. Many-Worlds Interpretation.

Udah bukan sesuatu yang jarang dan gua yakin, pastinya kalian kalian pernah nonton, baca atau mungkin menulis cerita yang bertemakan fiksi ilmiah. Dan dari sekian banyak hal yang berbau Sci-fi salah satu tema yang cukup populer adalah tentang teori Penjelajahan waktu (Time Travel).

Yap, siapa sih yang kagak kenal robot-robot penghancur dari masa depan yang disebut Terminator yang dulu diperankan Arnold Schwarzenegger. Atau sosok Doraemon si robot kucing yang kita sama-sama tahu juga berasal dari masa depan.

image
Terminator yang dibintangi Arnold Schwarzenegger.

image
Doraemon dkk menjelajahi waktu.

Dan masih banyak lagi judul-judul film, serial (bahkan telenovela remaja yang sempet booming waktu gua SD) dan juga novel bergenre Sci-fi yang juga ngambil tema tentang Penjelajahan waktu.

image
Petualangan Amigos SCTV telenovela bertemakan mesin waktu.

image
Lorong waktu sctv, sinetron religi bertema mesin waktu.

Dan dari banyaknya tontonan atau cerita yang bertemakan Time Travel, ada salah satu teori Penjelajahan waktu yang cukup menarik buat gua bahas di postingan “gak penting” gua kali ini. Yaitu tentang teori Many-World Interpretation. Yang mana teori ini juga menjadi tema utama dibalik kesuksesan Visual Novel fenomenal asal Jepang yang berjudul Steins;Gate Dan juga Anime bergenre Sci-fi Romance berjudul Orange yang sedang tayang di jepang musim panas ini.

image
Visual Novel Steins;Gate

image
Anime Orange.

Okeh sideviewers, buat
eluh-eluh yang belon pernah denger tentang teori Many-World Interpretation, gua akan jelasin lebih dulu tentang teori Penjelajahan waktu yang satu ini.

Apa itu Many-Worlds Interpretation?

Many-Worlds Interpretation pertama kali dikemukakan pada tahun 1954 oleh seorang fisikawan bernama Hugh Everett. Teori ini dikenal juga dengan sebutan “Parallel universes”. Merupakan salah satu teori fisika quantum Yang mana mengemukan tentang semesta-semesta atau dimensi-dimensi yang berjalan sejajar dengan dimensi yang kita diami saat ini.

Untuk contoh lebih simpelnya, coba lu liat di gambar dibawah ini

image

Misalkan, sebutlah diri luh si A. Seorang cowok yang tergila-gila sama seorang cewek yang sebut saja si B. Karena saking tergila-gilanya eluh sama si B. Akhirnya lu putusin buat nembak si B. Dan saat si B nentuin keputusan,  disitulah titik dimana semesta akan bercabang menjadi semesta dimana si B nerima cinta luh (sebut saja semesta Alpha) dan semesta dimana si B nolak cinta luh (sebut saja semesta Betha).
Lalu, tibalah saat diri luh yang ada di semesta Alpha akhirnya mutusin buat ngelamar si B. Dan sama seperti yang gua jelasin di awal tadi, saat si B memutuskan disitu jugalah terjadi percabangan antara semesta dimana si B nerima lamaran luh dan semesta dimana si B nolak lamaran luh. Begitu pula yang terjadi di semesta betha yang mana akan kembali bercabang antara semesta dimana lu akhirnya nemuin cinta yang baru, dan semesta dimana lu tetep jadi seorang Jones… 😂😂😂 dan akan terus bercabang sampai seterusnya.

Pengaplikasikan Many-Worlds Interpretation dalam Time Traveling.

Pernah denger fenomena soal John Titor? Seorang yang pada tahun 2000 lalu menghebohkan forum-forum internet di amerika lewat postingannya yang mengaku bahwa dirinya adalah seorang Time Travelers Yang berasal dari tahun 2036 Yang mana ia juga mengaku ditugaskan untuk pergi ke tahun 1975 untuk mengambil portable computer pertama yang bernama IBM 5100 yang menurutnya PC tersebut dapat mengatasi time error disemua sistem unix pada masanya itu. Yang mana fenomena tentang sosok John Titor tersebut juga menjadi salah satu ide dalam tema Many-Worlds Interpretation yang jadi kunci dari kesuksesan Visual Novel berjudul Steins;Gate yang sempet gua sebut diatas.

Dalam salah satu postingannya, John Titor pernah mengatakan bahwa “Hukum fisika Kuantum Everett-Wheeler adalah teori yg benar untuk mesin waktu, model ini juga bisa disebut “Many-Worlds Interpretation” atau dgn kata lain banyak hasil kemungkinan yang akan terjadi di masa depan berdasarkan keputusan saat ini, contoh nya, jika saya kembali ke tahun 1975 untuk membunuh kakek saya, lalu saya kembali ke 2036, saya akan tetap eksis (didimensi saya saat ini), begitupun orang tua saya. tetapi di dimensi tahun 1975 (dimana saya membunuh kakek saya) dan masa depan nya saya dan orang tua saya tidak eksis. ini lah yg disebut many worlds interpretation”.

Meskipun fenomenal, banyak orang yang meragukan tentang sosok John Titor dengan semua hal yang dia posting. malahan, belakangan banyak orang yang mulai menguak soal kebohongan-kebohongan John Titor, dan menyatakan bahwa semua hal yang diposting oleh john titor hanyalah sekedar HOAX belaka.

Many-Worlds Interpretation dan Time Travel dalam Fiksi ilmiah.

Pernahkah luh nonton film “The One” yang dibintangi sama Jet Li? Sebenernya film ini gak bertemakan Time Traveling, cuman, walaupun menggambarkan Many-Worlds Interpretation dengan imajinasinya sendiri, namun film ini menghadirkan sensasi kehidupan “Parallel Universes” dengan cukup jelas. Dengan dihadirkannya sosok Gabriel Yulaw (Jet Li) yang menyeberang ke semesta-semesta lainnya untuk membunuh sosok dirinya sendiri yang hidup di semesta lain untuk mencapai tujuannya menjadi yang satu-satunya (The One). Dan menjadi yang terkuat diseluruh alam Semesta merupakan ide yang cukup menjadi daya tarik yang sangat menarik bagi kita buat menonton film ini.

image
Jet Li dalam film The One.

Untuk tema cerita Sci-Fi yang menggabungkan Time Traveling dengan teori Many-Worlds Interpretation sendiri, sebetulnya gak banyak judul yang mengangkat kedua hal tersebut secara bersamaan. Tapi, dari sedikit judul yang mengangkat tema Time Traveling lewat Teori Many-Worlds Interpretation. Bagi gua Visual Novel “Steins;Gate” Telah berhasil mengeksplorasi tema tersebut lewat kedalaman ceritanya yang sangat epik. Seperti sensasi yang kita rasakan saat menonton atau membaca karya fiksi asia timur lainnya. Steins;Gate kadang membuat kita merasa konyol dengan tingkah polah setiap karakternya, kadang membuat kita merinding dengan hal-hal berbau thriller yang dimasukkan dalam plot ceritanya, membuat kita kadang berbunga dengan adegan manis yang jadi bumbu pelengkap serta juga membuat kita terharu dan baper bukan kepalang dengan adegan sedihnya, dan tentu masih banyak hal yang membuat gua menjadikan cerita Steins;Gate sebagai salah satu kisah fiksi ilmiah terbaik yang pernah gua ikutin.

image
Steins;Gate versi XBOX 360

image
interaksi dalam visual novel Steins;Gate versi Android

Selain teori Many-Worlds Interpretation, fenomena Sosok John Titor juga menjadi tema yang sangat berpengaruh terhadap ide maupun plot cerita dalam visual novel karya developer 5pb ini. Terbukti dengan banyaknya unsur unsur yang diambil dari postingannya John Titor. Seperti “Portable PC IBM 5100” (diplesetkan menjadi IBN 5100), organisasi riset nuklir eropa atau disebut “CERN” (diplesetkan menjadi SERN), mesin waktu yang bernama C204 Yang Mana dalam visual novel ini, huruf C dalam mesin waktu C204 ini Adalah sandi untuk “Christina”. Julukan yang diberikan Okabe Rintarou (protagonis utama) kepada Makise Kurisu (protagonis wanita utama) serta sosok John Titor Yang mereka gambarkan lewat imajinasinya sendiri.

image
Okabe Rintarou dan Makise Kurisu (Christina)

image
John Titor Versi Steins;Gate, bernama asli Amane Suzuha.

Namun agak disayangkan, di Indonesia sendiri Visual Novel Steins;Gate kurang mendapat kepopuleran tidak seperti dinegara lain yang mana 5pb sendiri selaku pihak developer mengklaim bahwa visual novel Steins;Gate telah terjual sebanyak 500 ribu copy.

Namun kalo gua telisik lebih dalam, jangankan Steins;Gate, konsep visual novel sendiri pun sebetulnya masih terasa cukup asing di Indonesia, namun bukan berarti indonesia kagak eksis dalam industri visual novel. Indonesia sendiri punya salah satu visual novel karya developer asal Bandung yang berjudul “An Octave Higher”

image
An Octave Higher, Visual Novel karya developer asal Bandung (kidalang.com)

yang diakui oleh dunia sebagai salah satu visual novel terbaik. Wow!!!!😱😱😱

Teori Many-Worlds Interpretation dan DeJaVu.

Gua gak bakal banyak tanya soal yang satu ini, karena gua yakin eluh-eluh dan seluruh manusia di dunia ini pasti pernah ngalamin yang namanya DeJaVu. Tapi, takutnya barang kali ada Di antara eluh-eluh yang sangat kuper sampe-sampe kagak tau apa itu DeJaVu, biar gua jelasin.

DeJaVu itu adalah perasaan dimana eluh ngalamin suatu kejadian dimana eluh ngerasa Bahwa kejadian kayak gitu tuh pernah eluh alami sebelumnya, tapi eluh kagak inget kapan dan dimana ngalaminnya. Misalkan eluh kepeleset di dapur, terus eluh lalu ngerasa kalo eluh juga Pernah ngalamin kepeleset di dapur dengan posisi dan suasana yang persis dengan posisi dan suasana dimana luh kepeleset tadi, tapi luh gak inget kapan pernah ngalaminnya, nah perasaan itulah yang disebut dengan DeJaVu.

Terus apa hubungannya sama teori Many-Worlds Interpretation?.

Gua juga kagak inget sih siapa yang pertama ngomong tentang hal ini. Cuman, ada yang pernah berteori bahwa kejadian DeJaVu yang pernah luh alamin itu emang pernah terjadi pada diri Luh, tapi bukan terjadi pada diri luh yang ada di dimensi/semesta ini. Melainkan terjadi pada diri luh yang ada di dimensi/semesta yang lain. Gua sendiri kagak ngerti bagaimana cara kerjanya teori tersebut, cuman bisa dibilang walau kita dengan diri kita yang Ada di semesta lain terpisah dimensi namun masih terhubung satu sama lain baik dari segi emosional maupun ingatan.

Jadi?

Jadi apa yak?😟 ya udah deh, karena kalian juga udah rela-rela menyisihkan waktu kalian yang berharga buat mampir dan baca postingan gua yang gak penting ini, gua pen tanya kekalian aja deh gimana jadinya kalo teori Many-Worlds Interpretation memang terbukti benar? Atau gimana dan apa yang kalian lakuin kalo apa yang diposting oleh John Titor tentang gambaran masa depan dan mesin waktu memang benar adanya? atau apa Yang kalian lakuin kalo kalian bisa menyeberang ke dimensi atau semesta lain kayak yang dilakuin sama Gabriel Yulaw di film the one atau Bisa ngelakuin Time Leapting (melompati waktu) kayak yang dilakukan Okabe Rintarou di Visual Novel Steins;Gate?

Ketinggian yak gua Ngayalnya? yak Udah kalo gitu gua akhiri, Jangan lupa komen!!!
Salam Gak Penting ….!!!;)

Saat website sideviewers ini udah gak nampilin hal-hal yang gak penting lagi?

image

Masih nyeritain hal yang sebenarnya gak penting buat diceritain ke eluh-eluh pada. Berawal dari komentar seorang followers setia gak penting nan kurang kerjaan yang bernama cinta1668😂😂😂, di postingan yang gua publish kemaren yang pada intinya kasih masukan kayak gini.

image

Yupz, kesimpulan dari masukan diatas adalah, gua kudu ngerubah image gua dari yang gak penting jadi pengen dianggap penting. Yang pastinya tentu bakal berpengaruh terhadap konten postingan yang bakal gua publish entar.

Sekarang cobalah kalian bayangin gimana jadinya kalo website sideviewers yang selalu nampilin postingan-postingan gak penting dan gak bermanfaat ini mulai menampilkan konten-konten penting terlebih konten-konten yang bermanfaat buat kalian? Apakah website gua masih sama kayak sebelum-sebelumnya, apakah sensasi ke nyelenehan yang gua tuangkan di setiap postingan-postingan yang gua tulis bakal sama gregetnya dengan saat masih gua tampil hal hal yang gak penting seperti sekarang? apakah akan bisa jauh lebih asik dari sekarang? Dan tentunya apakah image baru gua nanti bakal lebih berkesan dihati para followers gak penting nan kurang kerjaan gua yang tercinta ini?😂😂😂

Jadi gimana menurut kalian para sideviewers? perlukah gua merubah image gua beserta website sideviewers ini dari yang “gak penting” menjadi “ingin penting”? Apa efek positif dan negatif nya beserta penjelasan rinci bilamana gua jadi buat ngerubah image website sideviewers dari yang nampilin konten-konten gak penting jadi nampilin konten-konten Yang bikin gua berharap pengen jadi orang yang penting. Walaupun sebenarnya, kagak penting dan kagak ada manfaatnya juga sih buat kalian ngasih opini ke postingan gua ini.😂😂😂

Yang jelas apapun dan dari siapa pun masukannya, mohon maaf, karena konsep image ke gak pentingan yang udah gua tanem di dalam website ini kagak bakal gua rubah dan tetap gua pertahanin meskipun  andaikata kalian mulai jenuh dan bosan mendengar kata-kata “gak penting” yang selalu gua selipin di setiap postingan yang gua tulis.

Dan Makasih banyak juga buat cinta1668 yang udah ngasih masukan spesial yang bisa gua jadiin bahan buat gua bahas di postingan kali ini, 😁dan maaf juga bila masukan dari lu kagak bisa gua terapin di website blog gua. Karena kata-kata gak penting udah jadi kata ajaib paten yang udah jadi image dan ciri khas dari website sideviewers.

Akhir kata gua ucapin…
SALAM GAK PENTING 😁😁😁